Posts

Showing posts with the label ADS

Sejenak Bersamamu

Empat jam kemarin bersamamu Setelah sekian waktu tak bertemu Tak terkatakan perasaanku Kau kembali bukan menjadi kekasih Kau hibur aku di saat kusedih Hadirmu membantuku pulih Di bahumu lara ini kusandarkan Untuk sesaat kuterlepas dari beban Setelah sekian lama berusaha kutahan Mungkin kau tak tahu betapa senang aku Walau hanya sejenak saja bersamamu Seakan tak pernah terpisahkan waktu

Teman Biasa

11.11.03 Sakit kurasakan saat kau bersama dia Kau bilang dia hanya teman biasa Tapi kulihat sinar cinta di matanya Yang membakar api cemburu yang kurasa Tak kupahami arti sikapmu Kita memang teman biasa Tapi ada cinta tumbuh di hatiku Yang mungkin kau tak tau Entah mengapa tak dapat kuhilangkan Segala rasa suka ini Yang kian hari bertambah kuat Hingga tak mampu ku menahan Mungkin memang begitu adanya Bagimu ku hanya teman biasa Dan mungkin kau manfaatkan aku Yang kau datangi saat kau butuh Ku hanya bisa tersenyum pahit Pada kau, 'teman biasa' Berharap suatu saat kau berpaling Walau ku tau itu tak mungkin terjadi

Siapa Aku?

11.11.03 Siapa aku bagimu? Sekedar teman berbagi tawa? Tidak. Kita lebih dari itu Sahabat dalam suka dan duka? Tidak. Kita belum sampai sana Seseorang yang kau sukai? Ya, itu mungkin saja Tapi aku tak pernah tau Aku tak mengerti isi hatimu Kau ceritakan segala kisah Dan masa lalumu sudah kuhafal Untuk apa semua itu? Tidakkah kau tau aku sudah muak? Tidakkah kau tau apa yang kurasa? Tidakkah kau mengerti? Tidak. Kau tak mengerti Apa yang kurasa, apa yang kupikir Lalu kenapa kau permainkan aku? Kenapa kau siksa aku? Katakan padaku, aku tak mengerti!!

Beku

10.11.03 Beku. Baal. Hampa. Aku duduk diam terpaku Tak dapat mengerti yang terjadi Baru saja kita bertemu Berbagi kisah, canda dan tawa Namun kau hancurkan hatiku 'Tuk ke sekian kalinya Kau berjalan dengannya Tapi kau duduk di sampingku Kau berbicara padaku Tapi kau tersenyum padanya Aku sungguh tak mengerti Siapa aku bagimu Bagaimana harus bersikap Ingin kuhapus bayangmu Namun s'lalu menghantuiku Aku beku. Baal. Hampa. Tak mengerti yang terjadi Tak tau harus berbuat apa Tak dapat melangkah lagi..

Benarkah?

19.10.03 Benarkah tak ada rasa itu di hatimu? Sekian lama kita bersahabat Tak pernahkah timbul hasrat 'tuk mencinta? Benarkah ku tak ada di hatimu? Setelah semua yang kita alami Hanya 'tuk dia kah seluruh rasa itu? Betapa kuingin menjadi cintamu Satu-satunya milikmu Menjadi dia yang kau agungkan Dia tempat kau tambatkan hati Ku tau ku takkan bisa menggantikannya Kar'na hanya dia yang kau puja Setidaknya biarkan ku mencoba Berikan yang terbaik dariku Seandainya boleh ku mencoba 'Kan jadi kebahagiaan bagiku Berada di sisimu mendampingi Namun bila memang itu mustahil 'Kan tetap kusimpan cinta ini Takkan berubah selamanya

Cinta Bukan Buatku

18.10.03 Tak pernah terpikirkan olehku Mencintai orang setulus hatiku Rela berkorban dan memberi segala Bagai orang bodoh kuterus mencinta Aku jatuh saat kau jatuh Kurasakan pedih dan perih hatimu Aku tersenyum saat kau tertawa Ikut bahagia namun terasa menyiksa Ada cinta dalam hatimu Namun kutau bukan buatku Tak mengapa kau tak tau Sudah cukup hanya jadi sahabatmu Ingin kucurahkan segala rasa Tapi ku tak tau bagaimana Ku takkan pernah kau suka Kar'na ada yang lain yang kau cinta Tak ku mengerti mengapa ada cinta Hanya bisa menyiksa di dalam dada Kau takkan jadi milikku Namun rasa ini tulus padamu

Patah Hati

18.10.03 Aku ingin menjerit. Teriak. Berontak. Sudah cukup bagiku ocehanmu. Tentang dia yang kaucinta. Entah keberapa kali harus kupaksa senyum yang palsu. Kau takkan pernah tau di dalam sini hatiku terluka. Terjebak dalam ruang hatiku sendiri. Penuh cinta tak kesampaian untukmu. Tak ada yang tau betapa sakitnya aku. Hanya bisa memandang wajahmu, mendengar tawamu, tapi tak bisa menggenggam tanganmu. Kudengar suka dukamu, kurasakan pedih di hatimu, ikut bahagia saat kau tersenyum. Kuberikan seluruh diriku, yang terbaik hanya untukmu, walau kau tak pernah melirikku. Namun ku tak kecewa, tak pula menaruh harapan. Ku hanya ingin mencinta. Mempersembahkan tulus setia yang kupunya. Tak mengapa kau anggap aku teman biasa. Dan tak menyesal kurasakan semua ini. Karena cintaku tulus padamu. Biar kusimpan dalam hati saja.

Cinta Tak Terlihat

18.10.03 Kini aku tau apa artinya cinta Kini dapat kurasakan tulusnya perasaan itu Ketika cinta hanya ingin memberi Dan tak harap kembali Sakitnya hati melihatmu di sisi Tanpa dapat kugenggam Karena kau bukan milikku Namun ku tak dapat membenci Atau menjauh Rasa ini tetap kuat kurasakan Walau tak ada namaku di hatimu Mendengar keluh kesahmu Teriris rasa hati ini Ingin ku jadi pahlawanmu Walau kau tak tau Tak terbayangkan sakitnya Menjadi 'yang tak terlihat' Namun tak dapat kupadamkan rasa Cinta ini tumbuh semakin kuat Walau tak kaurasakan yang sama

Aku Bisa

03.10.03 Aku bisa jadi sahabatmu Atau kekasih terbaikmu Ku bisa menjadi siapapun Ku dapat berikan apapun Tapi kau tak pernah ungkapkan Segala rasa yang terpendam Membuatku jadi bimbang Apa gerangan yang kau timbang Katakan saja apa yang kau rasa Ku takkan merasa marah Hanya jangan buatku tak tentu arah Dalam lautan sejuta rasa Kau boleh memilih Kawan atau kekasih Ku kan siapkan hati Menjadi yang kaupilih Aku bisa jadi sahabatmu Atau kekasih terbaikmu Apapun yang kau inginkan Yang terbaik 'kan kuberikan

Pintu Hati

03.10.03 Kuputuskan 'tuk menutup hati Tak ingin lelah menanti Kau yang ada di hati Tak mengerti yang terjadi Ada gejolak dalam hatiku Untuk dirimu wahai cintaku Namun kau tak pernah tau Bagaimana hati ini merindu Tak kuat ku menahan rasa Tak sanggup ku meraih asa Hanya bisa menyimpan rahasia Bagimu kuhanya teman biasa Ingin kuhentikan sakit ini Menantimu tiada arti Kututup saja pintu hati Atau kucari pengganti Katakan saja padaku Kau tak menginginkanku Biar ku pergi berlalu Takkan lagi mengganggumu

Gitarmu

25.09.03 Kau getarkan gelombang cinta di hatiku Seindah jemarimu berdansa mesra Memetik senar cinta di gitarmu Tertegun ku dibuai melodi asmara Selembut getaran nada suaramu Mengalun dan merasuk buluh nadi Mengalir dalam setiap sel di tubuhku Menggetarkan hari yang t'lah lama membeku Yang kemudian mencair dan meleleh Tak meninggalkan apapun kecuali satu rasa Kedamaian dalam cinta tulusmu